MCD: just not fast food anymore?

September 23, 2008 by suarakonsumenanda

Cerita berawal ketika saya dan teman saya berkunjung ke salah satu mall yang terletak di kawasan Surabaya Timur untuk menonton film yang sudah lumayan lama rilis “BD”.. karena rasanya kurang afdol kalo nonton tanpa cemilan.. maka kami putuskan ke salah satu resto fast food standart international ( karena Fast food artinya  makanan cepat – maka kami putuskan beli camilan yaitu kentang goreng goceng 2 bungkus)

Mengantri di kasir bersama dengan 2 orang (bersama)  didepan.. memandang pegawai yang mondar mandir.. ke kanan dan ke kiri.. sambil ketawa ketiwi dan bercanda (yah.. ” memang suasana kerja demikian yang menyenangkan sudah seharusnya ” batinku) Tapi menunggu dan menunggu mereka menyiapkan pesanan di depan kami seperti melihat gerak gerik bukan pegawai profesional- apalagi standart internasional.. bercanda bersama ketawa ketiwi.. tidak peduli antrian dibelakang.. terutama: mereka pasti lupa bahwa ini adalah resto fast food.

alhasil.. sampai pada giliran kita dan pesanan yang hanya 2 buah french fries itu keluar kira-kira 15-20 menit kemudian.

Pengalaman ini membuat kami mengingat-ingat saat-saat ketika resto ini memiliki standart pelayanan super cepat dengan jam pasirnya.. jika jam pasir itu habis maka kita akan dikompensasi 1 buah ice cream yang bisa mendinginkan hati kita.. hmm.. pasti adem jadinya!

Hello world!

September 23, 2008 by suarakonsumenanda

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!